Ini Beberapa Alasan Mengapa Bisnis E-commerce Anda Tidak Berkembang

Mar 10, 2017 | Insight

Computer checkBerdasarkan data dari internetworldstats 2016, dikatakan ada sekitar 93.4 juta pengguna aktif internet di Indonesia dari total 259.1 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna diatas dapat dikatakan betapa berkembangnya dan betapa aktifnya dunia internet di Indonesia. Dengan berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia, banyak brand memanfaatkan internet sebagai tempat untuk melakukan transaksi dengan pelanggan dari seluruh Indonesia. Dengan itu, kita dapat mempercayai bahwa dimanapun ada internet, pasti ada peluang bisnis yang menjanjikan. Tetapi peluang bisnis tersebut hanya berlaku jika para pemilik brand benar-benar mengetahui tentang cara kerja bisnis e-commerce, dan paham mengoptimisasinya. Jika Anda mendalami bisnis e-commerce dengan benar tentu Anda akan mendapatkan profit besar.

Dapat dikatakan walaupun kita hidup di jaman yang dipenuhi dengan aktifitas internet, masih banyak pebisnis yang tidak memanfaatkan kesempatan dalam berbisnis online dan banyak dari mereka tidak menggunakan strategi yang tepat dalam menjalankan bisnis e-commerce.

Jika Anda menjalankan bisnis e-commerce dan merasa bisnis Anda tidak berkembang mungkin ini alasannya:

1. Anda Tidak Mengeluarkan Budget Marketing

Ketika membahas tentang bisnis e-commerce, salah satu hal yang menentukan kesuksesan bisnis e-commerce adalah bagaimana bisnis Anda bisa diketahui oleh semua orang. Nah , agar bisnis Anda dapat dikenal, Anda bisa menggunakan SEO. SEO atau Search Engine Optimisation berlaku ketika orang mencari produk, atau jasa di search engine dan nama website Anda akan berada di bagian paling atas atau halam utama di mesin pencarian. Hal itu tentu memudahkan pelanggan untuk mencari bisnis Anda. Jika Anda tidak bisa mengerjakan sendiri Anda bisa meminta bantuan dari perusahaan yang sudah berpengalaman dalam melakukan SEO untuk memudahkan pekerjaan Anda.

Baca juga : Jualan di Marketplace atau Bangun Toko Online? 

2. Website Anda Tidak Memberikan Jaminan Keamanan

Dengan banyaknya pengguna internet di dunia dan tentunya dapat diakses oleh siapa saja, Anda wajib menjamin bahwa website Anda aman bagi siapa saja. Memperhatikan privasi dan kerahasiaan dari pelanggan adalah sebuah keharusan dan wajib.

Memang bertransaksi secara online telah memudahkan dalam berbisnis tapi Anda harus mewaspadai bahwa privasi pada internet itu sangat penting. Siapa saja bisa Anda karena mencuri informasi perusahaan Anda, bahkan mencuri data mengenai siapa saja pelanggan Anda. Anda diharuskan untuk menggunakan keamanan yang tinggi untuk mencegah terjadinya hacking, spamming, dan pengintaian oleh orang-orang yang tidak baik dan serangan cyber lainnya.

3. Tidak Menggunakan Sosial Media untuk Strategi Marketing

Dunia internet memanglah sangat kompetitif. Maka dari itu Anda bisa menggunakan sosial media sebagai salah satu media pemasaran. Seperti yang Anda ketahui tidaklah mudah untuk membangun brand dan apakah Anda tau bahwa media sosial bisa membantu membangun kredibilitas brand dan memasarkan brand Anda.

Ketika Anda sudah menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Linkedin, Youtube, Instagram dan lainnya, lalu melakukan pengelolaan dengan benar, orang-orang akan terus mengunjungi sosial media Anda untuk mencari tau update dari brand Anda. Dengan kata lain jika Anda aktif di media sosial, pelanggan Anda akan tertarik untuk melihat produk apa saja yang akan Anda tawarkan.

Baca juga : Apakah Customer Online Suka Membagi Pengalaman Berbelanja di Media Sosial?

Apakah Customer Online Suka Membagi Pengalaman Berbelanja di Media Sosial?

4. Coba Strategi Baru

Misalnya Anda bisa mendapatkan banyak penjualan melalui di Facebook, tetapi Anda tidak mencobanya di channel lain, seperti di Instagram atau Anda sudah membangun blog di website Anda yang tapi tidak mendatangkan banyak traffic. Apa yang harus Anda lakukan? Pasanglah iklan sebanyak mungkin! Buat konten yang menarik, perluas target Anda dan cobalah cari pasar baru untuk mengembangkan bisnis Anda. Contohnya adalah, jika iklan Anda telah mendapatkan perhatiaan pelanggan anak muda di daerah Jakarta, maka Anda juga bisa dapat mengembangkan target Anda untuk memikat pelanggan anak muda dari daerah luar Jakarta, seperti Bekasi, Bogor atau Tangerang. Intinya adalah Anda harus mengoptimisasi apa yang sudah berhasil bagi Anda dan dikembangkan lagi.

Kesimpulan

Anda bisa memasukan budget untuk digital marketing, manfaatkan peluang yang ada dengan optimisasi di media sosial, buat kontes dan melakukan giveaways, berinvestasi melakukan e-mail marketing, dan lakukan apa saja yang Anda pikir berhasil untuk mengembangkan bisnis Anda.

Anda bisa mencari solusi dengan bekerjasama dengan perusahaan profesional seperti 8commerce yang memberikan layanan lengkap untuk bisnis e-commerce yang salah satu layanannya adalah digital marketing.  http://digitalmarketing.8commerce.com

Download : Panduan E-commerce 2017 “Gaya Belanja Online Lintas Generasi”

Recent Post

How to Use Social Media to Boost E-Commerce Conversions

Indonesia has around 170 million active social media users, the largest after China and India. This makes social media among the leading avenues for you to market and advertises your products and services. With such a big user base, you will be able to reach many...

How to Upsell and Cross-Sell on Your Online Store

Cross-selling and upselling increases your average order value, creating revenue and profit at very low incremental cost and most importantly build upon your relationships with your customers. Here you can learn more about these two fantastic techniques. What is...

When is the right time to outsource your fulfilment needs?

It is very common for scaled-up businesses and small and mid-sized enterprises (SMEs) to bring their operations in-house as a starting point, but as the business grows, pain points start to show. For example, making the tough decision of whether it’s more beneficial...

A beginner’s guide to fulfilment

If you are just starting an online business or you’ve been selling online for a while, you’ve probably thought about how to send your orders to your customers and what packaging you are going to send it in. Or you might be considering streamlining your fulfilment...

The history of e-fulfilment center

In this article, we are going to learn about the interesting evolution from traditional warehouses to the modern e-fulfilment centers and the role they play as the logistics nerve center of E-Commerce. Fulfillment centers have been revolutionizing the way business is...

Getting to know WMS and OMS, the backbone of e-fulfilment center

As online businesses grow in size and sophistication, they require two essential systems: an order management system (OMS) to manage front-end order processing and a warehouse management system (WMS) to manage back-end order fulfillment. Eventually you’ll need tight...

5 Tips to improve your e-commerce site

5 Tips to improve your e-commerce site Whenever they are browsing online, regardless of whether it’s to buy a product/service or research something, prospective buyers often pay attention to the website’s layout. If a particular website’s design is clunky and...

Choose the right fulfilment center. Follow these guides!

A fulfillment center is often referred to as a third-party logistics (3PL) provider. Some people think a fulfillment center and warehouse serve the same purpose, which is not the case. Fulfillment centers have bigger functions than warehouses. The main role of a...